Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Desember 2013

Materi LPJ

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan (ide, informasi, keinginan, dsb) dari seseorang kepada orang lain dengan menggunakan media tertentu sehingga terciptalah kesatuan pemahaman pesan tersebut dan mempengaruhi sikap, perilaku, dan pikiran orang tersebut.
Efektif
Secara ekonomis, tujuan tercapai

Secara phisiologis, tidak menimbulkan bahaya fisik
Secara psikologis, adanya kepuasan
Secara sosiologis, tidak mengorbankan hubungan yang harmonis
Komunikasi efektif adalah komunikasi yang menimbulkan pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang makin baik, dan tindakan.
Macam-macam Komunikasi Perkantoran
* Komunikasi vertikal (downward & upward)

* Komunikasi horizontal
* Komunikasi diagonal
* Komunikasi verbal
* Komunikasi internal
* Komunikasi eksternal
* Komunikasi non-verbal
Hambatan Komunikasi Perkantoran
* Hambatan sosiologis (perbedaan status, ideologi, agama, tingkat pendidikan, status ekonomi, dsb)

* Hambatan psikologis (sedang marah, sedang bingung, cemas, kecewa, sedih, dsb)
* Hambatan semantis (bahasa yang berbeda)
* Hambatan mekanis (tulisan yang tidak terbaca, sinyal yang hilang, gangguan pada pesawat telepon, dsb)
* Hambatan ekologis (bising, hujan deras, bunyi mesin, dsb)
Syarat-syarat Komunikasi Efektif
* Memiliki keterampilan berkomunikasi

* Memiliki kondisi psikologis yang stabil
* Memahami kondisi komunikan
* Mampu menggunakan media yang tepat
* Tidak bertentangan antara verbal dan non-verbal
Ciri-ciri Kelompok Efektif
1. Memiliki keberadaan untuk melaksanakan tugas-tugas organisasi atau pekerjaan-pekerjaan yang tidak berkaitan.

2. Ada orang-orang yang ditunjuk oleh organisasi yang bersangkutan untuk menjalankan peran resmi tertentu, misalnya sebagai kepala bagian, kepala seksi, dan lain sebagainya.
3. Memiliki struktur, hubungan tugas dan hirarkis yang telah digariskan secara jelas.
Ciri-ciri Tim Efektif
* Merupakan kumpulan orang-orang yang bekerjasama dengan tujuan tertentu, demi mencapai sasaran yang jelas dengan diketahui oleh semua anggota tim dalam suasana saling mempercayai dan penuh percaya diri serta mengutamakan unjuk kerja.

* Anggota kelompok bersedia menerima perbedaan pendapat dan sumbangan pemikiran serta masing-masing individu memiliki peran yang berbeda-beda.
* Pemecahan masalah dilaksanakan secara positif tanpa melibatkan kebencian individu.
* Para anggota dan pemimpin tim bersedia berbagi ilmu pengetahuan, informasi dan keterampilan agar seluruh tim memiliki kemampuan yang sama.
* Perbedaan pendapat dalam pemecahan masalah diselesaikan dengan duduk bersama dengan kepala dingin dan secara terbuka.
* Pembagian dan pendelegasian tanggungjawab dengan orang-orang yang bekerja secara mandiri tetapi tetap dalam kerangkan kerjasama.
* Berbagai saran untuk perbaikan kinerja organisasi diterima dengan baik, walaupun berasal dari anggota tim yang lain.
* Seluruh anggota tim tidak ragu-ragu mengambil inisiatif dan tindakan yang diperlukan, tanpa merasa cemas akan suara yang menentang.
Pegawai Negeri adalah setiap warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Minggu, 30 Januari 2011

MyTembangPisaan230111-Pantun Komering

Adok tininggal akas

Asal buai pumuka

Sijasa guai lebas

Adok Diwa Negara

 

Diwa Negara sakti

Ganta kok bumirua

Ya kasih rik bujadi

Yaja pununggunua

 

Adok Ratu Berdiri

Tutukan dilomnua

Ya patuh rik bujadi

Mak wat nganggap mentuha

 

Asal jak Lubuk Linggau

Ganta kok wat pundamping

Satuah ngusung helau

Pundamping jak Kemering

************************************************************************

Sakasih papa mama

Tungguk sijangka jaman

Dang lupa rik Ibu Bapa

Niku sai haga ngandan

 

Koh-koh dikuti rua

Nak bai jama muhani

Amon sikam kok tuha

Serah sirin dikuti

 

Sa koh-koh akas Diwa

Dikunyin-kunyin kuti

Hurik dilom dunia

Mak wat kekal abadi

Najin tetel sarjana

Mak wat haga nyukupi

Sembahyang dang haga lupa

Ibot ram duda tini

 

Sija koh-koh jak umbai

Dang lupa jama iman

Tamong nyemberang sungai

Dang mak sanga apungan

 

Tamong niku kok nikah

Akas mak wat nengani

Tapi nyak mejong diluah

Mak wat diliak kuti

 

Alamku kok burubah

Akas kok mena mati

Salah akas sanayah

Tulung doa kon kuti

 

Dang lupa luah-luah

Amon kok radu gawi

Amon niku kok kiwah

Akuk kon akas haji

 

Amon malam jum’at

Malaikat ku mulang

Kunyin kuti mak nyambat

Nyak muloh sua miwang

 

Sija haropan hamba

Wat salah kimaapan

Amon radu budoa

Kunyin yudang mak mengan

Kamis, 09 Desember 2010

Plato Bertanya Apa itu cinta & pernikahan?

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya,

"Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?"

Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana.
Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting.
Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta."

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"

Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)."
Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut.
Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya."

Gurunya kemudian menjawab "Jadi ya itulah cinta"

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu pernikahan?
Bagaimana saya bisa menemukannya?"

Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan saja.
Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja.
Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu pernikahan."

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon.
Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/ subur, dan tidak juga terlalu tinggi.
Pohon itu biasa-biasa saja.
Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?"

Plato pun menjawab, "Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong.
Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini.
Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya."

Gurunya pun kemudian menjawab, "Dan ya itulah pernikahan."

sumber : http://kask.us/6216541

Minggu, 08 Agustus 2010

Mengapa timbul sosiologi pendidikan ?

a. Kenyataan menunjukkan bahwa masyarakat mengalami perubahan sangat cepat, progresif, dan kerap kali menunjukkan gejala 'desintegratif' (berkurangnya kesetiaan terhadap nilai-nilai umum). Perubahan sosial yang cepat menimbulkan 'cultural lag' (ketinggalan kebudayaan akibat adanya hambatan-hambatan). Cultural lag ini merupakan sumber masalah-masalah sosial dalam masyarakat. Masalah-masalah sosial juga dialami dunia pendidikan, sehingga lembaga-lembaga pendidikan tidak mampu mengatasinya. Maka para ahli sosiologi diharapkan dapat menyumbangkan pemikirannya untuk ikut memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental.

b. Guru adalah seorang administrator, informator, konduktor, dan sebagainya, dan harus berkelakuan menurut harapan masyarakatnya. Dari guru, sebagai pendidik dan pembangun generasi baru diharapkan tingkah laku yang bermoral tinggi demi masa depan bangsa dan negara.
Kepribadian guru dapat mempengaruhi suasana kelas/sekolah, baik kebebasan yang dinikmati anak dalam mengeluarkan buah pikiran, dan mengembangkan kreatifitasnya ataupun pengekangan dan keterbatasan yang dialami dalam pengembangan pribadinya.
Kebebasan guru juga terbatas oleh pribadi atasannya (Kepala Sekolah, pengawas, Kakanwil, sampai menteri Depdikbud), keseluruhannya dipengaruhi, dibatasi, serta diarahkan pada pencapaian Tujuan Pendidikan Nasional (TPN) dalam GBHN, Undang-Undang Pendidikan, Peraturan, dan sebagainya.
Anak dalam perkembangannya dipengaruhi oleh orang tua/wali (pendidikan informal), guru-guru (pendidikan formal), dan masyarakat (pendidikan nonformal). Keberhasilan pendidikan di sekolah bukan hanya ditentukan oleh usaha murid secara individual atau berkat interaksi murid dan gur dalam proses belajar mengajar (PBM), melainkan juga oleh interaksi anak/siswa dengan lingkungan sosialnya (yang berlainan) dalam berbagai situasi yang dihadapi di dalam maupun di luar sekolah.
Anak berbeda-beda dalam bakat atau pembawaannya, terutama karena pengaruh lingkungan sosial yang berlainan. Pendidikan itu sendiri dapat dipandang sebagai sosialisasi yang terjadi dalam interaksi sosial. Maka sudah sewajarnya bila seorang guru/pendidik harus berusaha menganalisis pendidikan dari segi sosiologi, mengenai hubungan antar manusia dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat (dengan sistem sosialnya).

Sumber : Gunawan, Ary H. 2000. Sosiologi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.

Minggu, 01 Agustus 2010

Bagaimana rupa Cinta ?

Suatu malam aku bertanya kepada Cinta : "Katakan, Siapa sesungguhnya dirimu?"


Katanya: "Aku ini kehidupan abadi, aku memperbanyak kehidupan indah."


Kataku: "Duhai yang di luar tempat, di manakah rumahmu?"


Katanya: "Aku ini bersama api hati, dan di luar mata yang basah,


Aku ini tukang cat; karena akulah setiap pipi berubah jadi berwarna kuning.


Akulah utusan yang ringan kaki, sedangkan pecinta adalah kuda kurusku.

Akulah merah padamnya bunga tulip, harganya barang itu,

Akulah manisnya ratapan, penyibak segala yang tertabiri...

(Maulana Jalaluddin Rumi)

Sumber :
Schimmel, Annemarie. 2008. Akulah Angin Engkaulah Api. Bandung : Mizan.

Jumat, 02 Juli 2010

Pelajaran dari Nasruddin Hoja

...

Marcopolo kaget menyaksikan kejadian aneh di dalam area pemakaman. Dia melihat empat orang lelaki. Tiga orang duduk berbaris di belakang sebuah makam yang baru digali. Yang paling depan seorang Arab bersorban, dibelakangnya seorang pemuda China yang sedang menangis, dan paling belakang adalah rahib tua yang bersedekap dengan agungnya. Sementara di depan mereka, di seberang liang kubur, tampak seekor keledai merumput dengan acuhnya. Setelah ia perhatikan, ada satu hal yang membuatnya berhenti dan tidak jadi mendekat.

Seorang Arab itu sedang berbicara dengan keledai. "Tolonglah saya, Nasruddin", katanya dengan nada memelas. "Saya benar-benar senewen. Saya tidak betah tinggal di rumah sendiri. Rasanya seperti di dalam neraka. Istri dan mertua saya tiap hari kerjanya mengomel terus. Dari pagi hingga pagi lagi. Dan anak-anak saya memperlakukan seluruh ruangan sebagai tiruan medan perang badar. Semua kacau dan ribut. Bagaimana saya bisa istirahat?".

Terdengar batuk yang keras, disusul suara serak bertanya, "Kau ingin tinggal di rumah dengan perasaan lebih nyaman?"

ia terpana. Bukan keledai itu yang berbicara. Tapi bukan berarti berkurang keanehannya. Suara itu berasal dari dalam liang kubur!.

Si orang Arab mengangguk-angguk sampai sorbannya mau jatuh. "Tidak ada yang lebih kuinginkan selain itu."

"Gampang kalau begitu", suara serak itu terdengar lagi.

"Bagaimana?" Si orang Arab berbinar penuh harap.

"Kau punya kuda?" suara serak itu balik bertanya.

"Dua", jawab si orang Arab.

"Lembu?"

"Tiga."

"Kambing?"

"selusin."

"Ayam?"

"Banyak."

"Di mana kau menaruh mereka?"

"Dalam satu kandang."

"Bagus", suara serak itu terdengar puas. "Mulai besok, kau pindah ke kandang dan tinggal di sana selama sebulan. Dijamin setelah itu kau akan merasa lebih nyaman tinggal di rumah. Kau bisa melakukannya?. Bagus. Biaya konsultasiku sepuluh dukat. Pasien berikutnya!"

Marcopolo ternganga. Itu cara pemecahan paling gila yang pernah kudengar. Saran yang hanya mungkin keluar dari mulut orang yang tidak waras. Tapi sesaat kemudian, setelah kupikir-pikir, ia baru menyadari sesuatu.

Itu juga saran yang jenius!

Setelah si orang Arab membayar biaya konsultasi dan pergi, kini giliran si pemuda China beringsut ke tepi liang kubur. Air matanya masih terus menetes.

"Ada masalah apa, Koh?" suara itu bertanya dengan bahasa China yang fasih.

"Kau harus menolongku, Mullah." Suara orang China ini jauh lebih memelas lagi. "Aku tidak bisa tidur, tidak bisa makan, dan rasanya ingin mati saja."

"Itu artinya cuma satu, patah hati."

Orang China itu mengangguk. "Kekasihku pergi meninggalkan aku. Dia kabur dengan seorang saudagar kaya dari Siam. Aku ingin dia kembali padaku. Bagaimana caranya?"

Orang China itu berhenti. Menunggu yang ditanya menjawab. Tapi, entah kenapa tidak ada sahutan yang terdengar. Kubuaran itu sesunyi... kuburan.

"Mullah?" si orang China bertanya lagi dengan heran. "Kenapa engkau malah diam saja?"

Terdengar batuk tertahan. Seperti batuk orang tersedak.

"Kau benar-benar ingin kekasihmu kembali?"

"Hanya itu yang kuinginkan sekarang!"

"Baiklah, terima ini." Sebuah kantung kecil terlontar dari dalam liang kubur.

"Apa isinya, wahai Mullah?"

"Tanah kuburan."

"Tanah kuburan?"

"Kau tak salah dengar."

"Apa yang harus kulakukan dengan tanah kuburan ini?"

"Taburkan itu ke halaman rumahnya. Niscaya dia akan kembali padamu."

"Terima kasih, Mullah."

"Biayanya sepuluh dukat."

"Aku akan memberimu dua puluh."

"Terserah."

Orang China itu mulai bangkit dan hendak beranjak pergi dengan wajah berseri.

"Tunggu." Tiba-tiba suara serak itu memanggilnya lagi.

"Ya, Mullah?"

"Kau juga harus membawa ini." Sebuah sekop terjulur dari dalam liang kubur.

"Untuk apa?"

"Kau harus mulai berlatih dari sekarang, agar saat menggantikanku kelak, kau tak akan gampang kena encok sepertiku."

Si orang China terperanjat. "Menggantikanmu? Mengapa aku ingin menggantikanmu?"

"Kau akan menjadi sepertiku kalau kau pakai jampi itu."

"Aku... aku tidak mengerti maksudmu."

Terdengar helaan napas. "Kau tahu kenapa aku disini?"

Orang China itu menggeleng.

Kembali terdengar batuk keras disusul deham untuk melancarkan tenggorokan. "Kau tahu, Nak, sungguh salah kalau asmara itu diistilahkan jatuh hati. Saat kita dimabuk cinta, yang jauh bukanlah hati, melainkan akal sehat kita. Seperti yang kau lakukan sekarang, aku dulu minta jampi-jampi untuk mendapatkan seorang perempuan bermuka dua seperti yang kau kejar itu. Jampi-jampi itu berhasil. Tapi apa yang kudapat sekarang? Hidup bertahun-tahun dalam pertengkaran sebelum ditendang dari rumahku sendiri, bahkan harus minggat dari negeriku sendiri, hanya dengan baju yang melekat dan seekor keledai tolol. Beruntung Mullah Umar mau menampungku tinggal di masjidnya sekaligus memperkerjakan aku sebagai tukang gali kubur. Nah, karena kau melakukan hal yang sama untuk seorang perempuan yang sama, aku yakin nasibmu akan sama sepertiku. Jadi tukang gali kubur."

Orang China itu menggeleng. "Tidak, aku tidak akan bernasib sepertimu. Dia tak akan melakukan hal seperti itu padaku."

"Kenapa tidak?"

"Karena dia tidak sejahat itu. Kekasihku orangnya lembut dan penyayang."

"Kalau memang dia tidak sejahat itu, kenapa dia tega meninggalkanmu?"

Orang China itu terdiam sejenak. "Dia... dia hanya terpengaruh oleh kekayaan orang Siam itu."

"Apakah perempuan yang gampang terpengaruh oleh harta itu bukan perempuan yang jahat? Mungkin saja bukan. Tapi, apa kau yakin ingin hidup selamanya dengan perempuan yang mudah silau oleh harta orang lain? Kau yakin perempuan seperti itu yang kau inginkan?"

Hening. Orang China itu berhenti menangis. Ia menimbang-nimbang kantung di tangannya. "Tapi aku mencintainya..."

"Seperti kubilang tadi, cinta itu berbanding terbalik dengan akal sehat. Siapa pun jadi idiot kalau sedang dilanda cinta."

"Aku tidak bisa melupakannya," si orang China bersikeras.

"Makanya, bawa sekop ini dan mulailah berlatih menggali kubur dari sekarang."

Orang China itu menatap sekop yang diacung-acungkan di depan hidungnya, lalu ia menunduk ke kantung di tangannya. "Mungkin lebih baik aku bunuh diri saja, biar dia tahu betapa dalamnya cintaku padanya."

Terdengar dengusan dan suara terkekeh yang serak dari lubang kubur. "Ya, mungkin dia akhirnya akan tahu. Lalu kenapa? Kau mengharap dia berduka dan mengenangmu selamanya? Kau pikir perempuan yang sampai hati meninggalkan kekasihnya akan berlaku demikian? Kurasa tidak. Paling dia hanya kaget sebentar. Lalu hari demi hari berlalu, dan kehidupan kembali normal, dia melahirkan anak, punya tetangga baru, bercanda dan tertawa lagi. Hei, mungkin dia akan menjadikanmu sebagai bahan obrolan sore sebelum kembali ke kamar dan melayani orang Siam itu dengan mesra."

"Sudah, hentikan," Orang China itu menyeka air matanya dan menarik napas dalam-dalam. "Mungkin kau benar, Mullah. Aku memang pecundang yang bodoh."

"Kau ingin dunia mengenangmu sebagai pecundang yang bodoh, Nak?"

"Kurasa tidak..." sahut orang China itu dengan nada menggantung. Perlahan diletakkannya kantong berisi tanah di dekat liang kubur. Ia tidak jadi membawanya.

"Pulanglah," Suara serak tiba-tiba terdengar serius dan bijaksana. "Menangislah di kamar dan pecahkan semua barang di rumahmu seakan-akan semua itu adalah si orang Siam atau kekasihmu. Lakukan itu tiga kali sehari selama hatimu masih merasa sakit. Melampiaskan emosi adalah obat paling mujarab untuk patah hati dan semua gangguan jiwa lainnya. Emosi yang terpendam hanya akan membuatmu sinting atau menderita borok usus. Jika kau melakukannya secara teratur dan disiplin, paling lama sebulan lagi kau akan merasa jauh lebih baik. Tuh, kau sudah bisa menangis sekarang. Bawa kembali uangmu. Kau membutuhkannya untuk mengganti semua barang yang kau pecahkan nanti."

Orang China itu beranjak pergi sambil merenung. Marcopolo mengamatinya dari jauh. Ia memutuskan untuk menunggu sampai "pasien" yang terakhir mendapat gilirannya. Sang Rahib beridiri dengan sikap menantang di tepi liang kubur.

"Ada masalah, Rahib?" Tanya suara serak itu.

"Aku tidak punya masalah, orang tua," Sahut rahib itu cepat.

"Jadi, kau ingin memesan liang kubur?"

"Tidak, aku ingin menantangmu."

"Siapa paling cepat menggali kubur?"

"Tidak, tidak." Rahib itu menggeleng dengan sebal.

"Beberapa orang menganggapmu sinting, tapi sebagian menganggapmu sufi atau wali dengan kecerdasan yang tak terjangkau otak normal. Beberapa jemaahku malah ada yang menganggapmu Santo. Aku ingin membuktikan mana yang benar."

"Kau akan menggantungku dan melihat apakah aku akan bangkit di hari ketiga?"

"Tidak. Aku hanya akan mengajukan beberapa pertanyaan."

"Apa pertanyaan itu?"

"Penganut agama apa yang lebih akrab dengan Tuhan?"

"Muslim, tentu saja."

"Kenapa?"

"Sebagian memanggil-Nya , 'Bapa', sebagian lain memanggilnya 'Om', tapi orang Muslim langsung memanggil nama panggilan-Nya."

"Bisakah Yang Maha Kuasa menciptakan sesuatu yang tidak bisa dikuasai-Nya?"

"Kau harus melihat istriku."

"Mengapa Tuhan menciptakan neraka?"

"Untuk menampung orang yang mengajukan pertanyaan semacam itu."

"Bisakah seekor keledai masuk kerajaan surga?"

"Aku tak ingin menyinggung perasaanmu."

Rahib itu tertawa terbahak-bahak.

"Sudah puas?"

"Satu lagi, ini pertanyaan pamungkas!"

"Silahkan."

"Jika kau memang seorang sufi yang cerdas, kenapa engkau sampai kalah dengan istrimu?"

Suara serak itu menjawab, "Menurutmu siapa yang menyebabkan Nabi Adam dibuang dari Surga?"

Rahib itu terpingkal-pingkal.

"Bagaimana kesimpulanmu, aku ini cendekia atau gila?"

"Kurasa dua-duanya."

"Kesimpulan yang bagus. Biayanya seratus dukat. Kau mengajukan banyak sekali pertanyaan. Pasien berikutnya!"

Sambil terus terpingkal-pingkal, rahib itu akhirnya pergi. Saat itulah, Marcopolo mendekati liang kubur, penasaran seperti apa sosok yang mampu melontarkan ucapan gila dan cerdas dalam waktu bersamaan itu.

...

Sumber : Wasistha, Nugraha. 2010. Sufi Nyentrik & Misteri Kota Terlarang. Jakarta : Dastan Books.

Rabu, 07 April 2010

Stimator for http://muhammad-win-afgani.blogspot.com


http://stimator.com/2-muhammad-win-afgani-blogspot-com

Selasa, 09 Maret 2010

Pantun Nasehat Komering

Sakoh-koh Ibu Bapak

Kuti telu muari

Mari mangsa serega

Dang lupa rik bujadi

--------------------------------

Dang lupa tiyuh komering

Lamon kok lapah jawoh

Wat ingok kilu bimbing

Mak wat sanggon kok jawoh

--------------------------------

Kacah hati ku diniku

Sayang mak diku pandai

Luh tiyak mecoh batu

Pumatang jadi sungai

--------------------------------

Sija satanda ingok

Tungguk kemeda mak lupa

Najin hintara lawok

Rasa putindih sila

--------------------------------

Pesan papa rik mamak

Niku bai-bai dang lijung

Dipa bumi dipijak

Disan langik dijunjung

--------------------------------

Dunia sementara

Dang ram hagati budi

Sembahyang ki dang lupa

Tutuk da jejak Nabi

--------------------------------

Tabik nyawa kon tangguh

Di kunyin handai tolan

Kintu sikam salah teduh

Ram jama sima a pan

--------------------------------

Randos randos

Nyalai di batang cabe

Jama-jama ram nedos

Sampai sai tahun lagi

--------------------------------

Telatuk burung puyuh

Nyalai dilambung nyiwi

Dang lupa mulang tiyuh

Amon kok radu gawe

--------------------------------

Bismillah pangkal kata

Ingok ram jama Tuhan

Amon kok akhir doa

Jama-jama pai mengan

--------------------------------

Sakoh-sakoh akan asan

Dikunyin-kunyin kuti

Dang lupa perintah Tuhan

Sembahyang dang tinggal lagi

--------------------------------

Najin keliling jagat

Nyepok nak bai puari

Tungguk hengas ram pegat

Mak angka anutan lagi

--------------------------------

Sasurat dilom peti

Tininggal jak sai tuha

Aman kok usai begawi

Umbai akas kirimi do'a

--------------------------------

Sija ninggal cerita

Mak lum hentara jaoh 

Amon radu gawi sa

Kok haga mungga muloh

Selasa, 22 April 2008

Tujuh Langkah dalam Membuat Mind Map

1. Mulailah dari bagian TENGAH kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar. Mengapa ? Karena memulai dari tengah memberi kebebasan kepada otak untuk menyebar ke segala arah dan untuk mengungkapkan dirinya dengan lebih bebas dan alami.

2. Gunakan GAMBAR atau FOTO untuk ide sentral anda. Mengapa ? Karena sebuah gambar bermakna seribu kata dan membantu kita menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik, membuat kita tetap terfokus, membantu kita berkonsentrasi, dan mengaktifkan otak kita.

3. Gunakan WARNA. Mengapa ? Karena bagi otak, warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat Mind Map lebih hidup, menambah energi kepada pemikiran kreatif, dan menyenangkan !

4. HUBUNGKAN CABANG-CABANG UTAMA ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Mengapa ? Karena otak bekerja menurut asosiasi. Otak senang mengaitkan dua (atau tiga, atau empat) hal sekaligus. Bila kita menghubungkan cabcang-cabang, kita akan lebih mudah mengerti dan mengingat. Penghubungan cabang-cabang utama akan menciptakan dan menetapkan struktur dasar atau arsitektur pikiran kita. Ini serupa dengan cara pohon mengkaitkan cabang-cabangnya yang menyebar dari batang utama. Jika ada celah-celah kecil diantara cabang-cabang utama dengan cabang dan ranting yang lebih kecil, alam tidak akan bekerja dengan baik ! Tanpa hubungan dalam Mind Map anda, segala sesuatu (terutama ingatan dan pembelajaran !) akan berantakan. Jadi buat hubungan !.

5. Buatlah garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus. Mengapa ? Karena garis lurus akan membosankan otak. Cabang-cabang yang melengkung dan organis, seperti cabang-cabang pohon, jauh lebih menarik bagi mata.

6. Gunakan SATU KATA KUNCI UNTUK SETIAP GARIS. Mengapa ? Karena kata kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada Mind Map. Setiap kata tunggal atau gambar adalah seperti pengganda, menghasilkan sederet asosiasi dan hubungannya sendiri. bila kita menggunakan kata tunggal, setiap kata ini akan lebih bebas dan karenanya lebih bisa muncul ide dan pikiran baru. Kalimat atau ungkapan cenderung menghambat efek pemicu ini. Mind Map yang memiliki lebih banyak kata kunci seperti tangan yang semua sendi jarinya bekerja. Mind Map yang memiliki kalimat atau ungkapan adalah seperti tangan yang semua jarinya diikat oleh belat kaku!.

7. Gunakan GAMBAR. Mengapa ? Karena seperti gambar sentral, setiap gambar bermakna seribu kata. Jadi, bila kita hanya mempunyai 10 gambar di dalam MInd Map kita, artinya sudah setara dengan 10.000 kata catatan.

Sumber :
Buzan, Tony. 2006. buku pintar Mind Map. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Tahukah anda bahwa...?

* Sejak awal waktu terdapat lebih dari 90 miliar manusia lahir ke dunia ini, dan masing-masing sangat berbeda dari yang lainnya.

*Otak manusia mengandung satu juta juta neuron atau sel saraf.

* Sel otak begitu kecil sehingga kita bisa memasukkan 10.000 sel ke dalam satu ujung jarum.

* Jika anda membariskan semua sel otak anda, sel-sel otak bisa mencapai bulan dan kembali lagi ke bumi (jarak bulan - bumi sekitar 238.710 mil (348.000 km)).

* Otak manusia bisa menghasilkan ribuan sel otak baru setiap hari.

* Jumlah "peta pikiran" internal yang mampu dihasilkan otak adalah 1 diikuti dengan angka nol (ketikan standar) sepanjang 10,5 juta kilometer.

* Untuk membuat mesin yang bisa melakukan segala sesuatu yang bisa anda lakukan - untuk membuat tiruan anda - akan dibutuhkan biaya lebih dari dua miliar dolar. jadi anda sangat mahal.

* Ketika kita membuat hubungan mental di dalam pikiran-pikiran kita, pada saat yang sama kita juga membuat hubungan fisik di dalam otak kita. secara harfiah, kita membuat otak luar biasa kita semakin kompleks, semakin canggirh, dan semakin powerful untuk setiap hubungan pikiran yang kita buat. oleh karena itu, otak yang anda gunakan untuk membaca sekarang ini tidaklah sama dengan otak yang kemarin, dan tidak akan sama dengan otak di esok hari.

Sumber :
Buzan, Tony. 2006. buku pintar Mind Map. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.