Rabu, 14 Oktober 2015

Pandangan Realisme

Kaum realisme berkeyakinan bahwa dunia yang diterima ini bukanlah sebuah dunia yang diciptakan secara mental, tetapi merupakan sebuah dunia apa adanya. Substansialitas, kausalitas, dan bentuk-bentuk alam bukanlah semacam proyeksi dari pikiran, tetapi lebih merupakan segi-segi dari benda-benda itu sendiri. Bagi kelompok realis, idea atau proposisi adalah benar ketika eksistensinya berhubungan dengan segi-segi dunia riil. Sebuah hipotesis tentang dunia tidak dapat diterima sebagai suatu kebenaran hanya karena ia koheren dengan pengetahuan kita. Jika pengetahuan baru itu berhubungan dengan yang lama, maka hal itu hanyalah lantaran yang lama itu memang benar, yaitu disebabkan pengetahuan lama koresponden dengan apa yang terjadi dengan kasus itu.

Sumber:
Muhmidayeli. 2011. Filsafat Pendidikan. Bandung: PT. Refika Aditama.

Filsafat Atropologi

Filsafat antropologi adalah cabang filsafat yang mempelajari hakekat manusia sebagai keseluruhan, atau manusia seutuhnya. Pengetahuan filosofis tentang manusia pada dasarnya adalah refleksi manusia tentang dirinya sendiri, dan manusia dapat merefleksikan atau mencerminkan tentang dirinya sendiri apabila menjadi pribadi yang mengenal dirinya. Jadi, tujuan utama filsafat antropologi adalah merefleksikan atau mencerminkan diri manusia sebagai seorang pribadi. (Buber, 1959). Objek kajian filsafat ini meliputi (1) Masalah hubungan manusia dengan alam, (2) Masalah hubungan manusia dengan manusia, dan (2) Masalah hubungan manusia dengan Tuhan.

Sumber: 
Mudyahardjo, Redja. 2008. Pengantar Pendidikan: Sebuah Studi Awal Tentang Dasar-Dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Mata Kuliah Semester 1 S3 Pendidikan Matematika UPI TA 2015/2016

01. Perkembangan Mutakhir dan Isu-Isu Global dalam Pendidikan Matematika (Prof. Dr. Utari Sumarmo)
02. Teori Peluang (Dr. Oky Neswan)
03. Teori Bilangan dan Sejarahnya (Siti Fatimah, Ph. D.)
04. Landasan Pedagogik (Prof. Dr. Syamsu Yusuf LN.)
05. Metodologi Penelitian Lanjut (Prof. H. Endang Toha Ruseffendi)

Karakteristik dan Objek Filsafat

Filsafat adalah studi tentang kebenaran alam semesta dan isinya. (Beck, 1979 dalam Mudyahardjo, 2008), dimana karakteristik telaah filsafat yaitu:
a) Kritis, yaitu berpikir mengungkapkan dan memecahkan masalah secara menyeluruh (komprehensif) dan mendalam.
b)  Spekulatif (kontemplatif), yaitu berpikir menerobos melampaui fakta atau data-data yang tersedia dalam rangka menemukan hal yang hakiki.
c) Fenomologis, yaitu berpikir berawal dari gejala (fenomena) dan kemudian mencoba terus mengkaji, mengurangi atau mereduksi hal-hal yang tidak penting, untuk sampai pada hal yang menjadi hakekat (eidos) dari gejala.
d)  Normatif, yaitu berpikir yang tertuju untuk mencari hal-hal yang seharusnya.
Obyek yang menjadi lingkup pertanyaan filsafat adalah segala sesuatu dalam alam semesta dengan segala isinya yang terdiri dari tiga cabang kajian, yaitu:
11) Metafisika = hakikat kenyataan
a)    Ontologi = hakikat kenyataan alam semesta
b)    Teologi = hakikat Tuhan
c)    Kosmologi = hakikat alam
d)    Humanologi = hakikat manusia
22)    Epistemologi = hakikat mengetahui dan pengetahuan;
33)    Aksiologi = hakikat nilai-nilai
a)    Etika = hakikat baik dan jahat

b)    Estetika = hakikat indah dan jelek.

Sumber:
Mudyahardjo, Redja. 2008. Pengantar Pendidikan: Sebuah Studi Awal Tentang Dasar-Dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Selasa, 06 Oktober 2015

Garis dan Titik


Klik link ini http://tube.geogebra.org/m/1773411 untuk melihat tampilan diperbesar

Rabu, 18 Juni 2014

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)

KKNI adalah penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri bangsa indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia.

KKNI terdiri dari 9 jenjang kualifikasi
Operator
1. SMP
2. SMA
3. D1
Analis
4. D2
5. D3
6. S1
Ahli
7. Profesi
8. S2
9. S3

Deskripsi Kualifikasi pada KKNI
Merefleksikan capaian pembelajaran yang diperoleh seseorang melalui jalur pendidikan, pelatihan, pengalaman kerja, dan pembelajaran mandiri.

Capaian pembelajaran (learning outcomes): internalisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan, pengetahuan, pengetahuan praktis, keterampilan, afeksi, dan kompetensi yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu/keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja.

Ilmu pengetahuan (science): suatu sistem berbasis metodologi ilmiah untuk membangun pengetahuan (knowledge) melalui hasil-hasil penelitian di dalam suatu bidang pengetahuan (body of knowledge). Penelitian berkelanjutan yang digunakan untuk membangun suatu ilmu pengetahuan harus didukung rekam data, observasi, dan analisa yang terukur dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman manusia terhadap gejala-gejala alam dan sosial.

Sumber:
Anik Ghufron (Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan UNY). 2014. Modul Pemgembangan Kurikulum Program Studi Berorientasi KKNI disampaikan pada workshop penyusunan kurikulum dan kompetensi prodi dan fakultas baru di UIN Raden Fatah Palembang.

Rabu, 28 Mei 2014

karakteristik validitas instrumen

1. Validitas menunjuk pada hasil dari penggunaan instrumen tersebut bukan pada istrumennya.
Suatu instrumen dikatakan valid, jika instrumen tersebut benar-benar mengukur aspek atau segi yang akan diukur.
2. Validitas menunjukkan suatu derajat atau tingkatan.
3. Validitas instrumen tidak berlaku umum.

Sumber:
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.