Kamis, 24 Agustus 2017
Rabu, 14 Oktober 2015
Pandangan Realisme
Kaum
realisme berkeyakinan bahwa dunia yang diterima ini bukanlah sebuah dunia yang
diciptakan secara mental, tetapi merupakan sebuah dunia apa adanya.
Substansialitas, kausalitas, dan bentuk-bentuk alam bukanlah semacam proyeksi
dari pikiran, tetapi lebih merupakan segi-segi dari benda-benda itu sendiri. Bagi
kelompok realis, idea atau proposisi adalah benar ketika eksistensinya
berhubungan dengan segi-segi dunia riil. Sebuah hipotesis tentang dunia tidak
dapat diterima sebagai suatu kebenaran hanya karena ia koheren dengan
pengetahuan kita. Jika pengetahuan baru itu berhubungan dengan yang lama, maka
hal itu hanyalah lantaran yang lama itu memang benar, yaitu disebabkan
pengetahuan lama koresponden dengan apa yang terjadi dengan kasus itu.
Sumber:
Muhmidayeli. 2011. Filsafat Pendidikan. Bandung: PT. Refika
Aditama.
Filsafat Atropologi
Filsafat antropologi
adalah cabang filsafat yang mempelajari hakekat manusia sebagai keseluruhan,
atau manusia seutuhnya. Pengetahuan filosofis tentang manusia pada dasarnya
adalah refleksi manusia tentang dirinya sendiri, dan manusia dapat
merefleksikan atau mencerminkan tentang dirinya sendiri apabila menjadi pribadi
yang mengenal dirinya. Jadi, tujuan utama filsafat antropologi adalah merefleksikan
atau mencerminkan diri manusia sebagai seorang pribadi. (Buber, 1959). Objek kajian filsafat ini meliputi (1) Masalah hubungan manusia dengan
alam, (2) Masalah hubungan manusia dengan manusia, dan (2) Masalah hubungan
manusia dengan Tuhan.
Sumber:
Sumber:
Mudyahardjo, Redja.
2008. Pengantar Pendidikan: Sebuah Studi
Awal Tentang Dasar-Dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia.
Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Mata Kuliah Semester 1 S3 Pendidikan Matematika UPI TA 2015/2016
01. Perkembangan Mutakhir dan Isu-Isu Global dalam Pendidikan Matematika (Prof. Dr. Utari Sumarmo)
02. Teori Peluang (Dr. Oky Neswan)
03. Teori Bilangan dan Sejarahnya (Siti Fatimah, Ph. D.)
04. Landasan Pedagogik (Prof. Dr. Syamsu Yusuf LN.)
05. Metodologi Penelitian Lanjut (Prof. H. Endang Toha Ruseffendi)
02. Teori Peluang (Dr. Oky Neswan)
03. Teori Bilangan dan Sejarahnya (Siti Fatimah, Ph. D.)
04. Landasan Pedagogik (Prof. Dr. Syamsu Yusuf LN.)
05. Metodologi Penelitian Lanjut (Prof. H. Endang Toha Ruseffendi)
Karakteristik dan Objek Filsafat
Filsafat
adalah studi tentang kebenaran alam semesta dan isinya. (Beck, 1979 dalam
Mudyahardjo, 2008), dimana karakteristik telaah filsafat yaitu:
a) Kritis, yaitu
berpikir mengungkapkan dan memecahkan masalah secara menyeluruh (komprehensif)
dan mendalam.
b) Spekulatif (kontemplatif), yaitu berpikir
menerobos melampaui fakta atau data-data yang tersedia dalam rangka menemukan
hal yang hakiki.
c) Fenomologis, yaitu
berpikir berawal dari gejala (fenomena) dan kemudian mencoba terus mengkaji,
mengurangi atau mereduksi hal-hal yang tidak penting, untuk sampai pada hal
yang menjadi hakekat (eidos) dari
gejala.
d) Normatif, yaitu berpikir yang tertuju untuk
mencari hal-hal yang seharusnya.
Obyek
yang menjadi lingkup pertanyaan filsafat adalah segala sesuatu dalam alam
semesta dengan segala isinya yang terdiri dari tiga cabang kajian, yaitu:
11) Metafisika
= hakikat kenyataan
a)
Ontologi
= hakikat kenyataan alam semesta
b)
Teologi
= hakikat Tuhan
c)
Kosmologi
= hakikat alam
d)
Humanologi
= hakikat manusia
22)
Epistemologi
= hakikat mengetahui dan pengetahuan;
33)
Aksiologi
= hakikat nilai-nilai
a)
Etika
= hakikat baik dan jahat
b)
Estetika
= hakikat indah dan jelek.
Sumber:
Mudyahardjo, Redja.
2008. Pengantar Pendidikan: Sebuah Studi
Awal Tentang Dasar-Dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia.
Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Selasa, 06 Oktober 2015
Rabu, 18 Juni 2014
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
KKNI adalah penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.
KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri bangsa indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia.
KKNI terdiri dari 9 jenjang kualifikasi
Operator
1. SMP
2. SMA
3. D1
Analis
4. D2
5. D3
6. S1
Ahli
7. Profesi
8. S2
9. S3
Deskripsi Kualifikasi pada KKNI
Merefleksikan capaian pembelajaran yang diperoleh seseorang melalui jalur pendidikan, pelatihan, pengalaman kerja, dan pembelajaran mandiri.
Capaian pembelajaran (learning outcomes): internalisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan, pengetahuan, pengetahuan praktis, keterampilan, afeksi, dan kompetensi yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu/keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja.
Ilmu pengetahuan (science): suatu sistem berbasis metodologi ilmiah untuk membangun pengetahuan (knowledge) melalui hasil-hasil penelitian di dalam suatu bidang pengetahuan (body of knowledge). Penelitian berkelanjutan yang digunakan untuk membangun suatu ilmu pengetahuan harus didukung rekam data, observasi, dan analisa yang terukur dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman manusia terhadap gejala-gejala alam dan sosial.
Sumber:
Anik Ghufron (Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan UNY). 2014. Modul Pemgembangan Kurikulum Program Studi Berorientasi KKNI disampaikan pada workshop penyusunan kurikulum dan kompetensi prodi dan fakultas baru di UIN Raden Fatah Palembang.
KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri bangsa indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia.
KKNI terdiri dari 9 jenjang kualifikasi
Operator
1. SMP
2. SMA
3. D1
Analis
4. D2
5. D3
6. S1
Ahli
7. Profesi
8. S2
9. S3
Deskripsi Kualifikasi pada KKNI
Merefleksikan capaian pembelajaran yang diperoleh seseorang melalui jalur pendidikan, pelatihan, pengalaman kerja, dan pembelajaran mandiri.
Capaian pembelajaran (learning outcomes): internalisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan, pengetahuan, pengetahuan praktis, keterampilan, afeksi, dan kompetensi yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu/keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja.
Ilmu pengetahuan (science): suatu sistem berbasis metodologi ilmiah untuk membangun pengetahuan (knowledge) melalui hasil-hasil penelitian di dalam suatu bidang pengetahuan (body of knowledge). Penelitian berkelanjutan yang digunakan untuk membangun suatu ilmu pengetahuan harus didukung rekam data, observasi, dan analisa yang terukur dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman manusia terhadap gejala-gejala alam dan sosial.
Sumber:
Anik Ghufron (Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan UNY). 2014. Modul Pemgembangan Kurikulum Program Studi Berorientasi KKNI disampaikan pada workshop penyusunan kurikulum dan kompetensi prodi dan fakultas baru di UIN Raden Fatah Palembang.
Langganan:
Postingan (Atom)