-->
-->
Tes Belajar TIKPetunjuk: Jumlah poin untuk lanjut ke sesi berikut adalah 7 poin
Selasa, 01 Oktober 2019
Selasa, 27 Agustus 2019
Rabu, 16 Januari 2019
PELUANG
1. Ada 10 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Kandang yang disediakan ada 2. berapa peluang seluruh sapi masuk dalam satu kandang?
2. Ada 20 duren yang siap panen pada satu pohon. berapa peluang 5 duren jatuh pada waktu dzuhur?
2. Ada 20 duren yang siap panen pada satu pohon. berapa peluang 5 duren jatuh pada waktu dzuhur?
Kamis, 15 November 2018
Developing a Website of Linear Programming for Senior High School Students And its Effectiveness Based on Their Learning Outcomes
Muhammad Win
Afgani1, Darmowijoyo2, Purwoko2
1Raden Fatah
State Islamic University, Indonesia
2University of Sriwijaya,
Indonesia
Abstract
This study aimed to produce a website of
linear programming. The subject of this study was students on third year of SMA
Negeri 1 Palembang. The website was developed with four phase, that is
preliminary study, designing, evaluating, and revision. To show the
effectiveness, the website was tried to students in field test with indicator
was students learning outcomes. The result showed the third prototype of
website was the effective design when it was used on learning process with 51,28%
students learning outcomes was in very well category, so the conclusion was the
website that had been developed had effective potential when it was used in studying
linear programming.
Keywords: Developing a website, linear programming, and
students learning outcomes.DOWNLOAD THIS PAPER
Label:
internet,
media pembelajaran,
pembelajaran,
penelitian
Senin, 05 November 2018
Learn Mathematics Delightful through Android Game Application
Muhammad Win Afgani
Raden Fatah State Islamic University
Jl. K. H. Zainal Abidin Fikry KM 3.5, Kemuning, Palembang 30126, South Sumatera, Indonesia
Abstract
Download Article in Bahasa Indonesia
Raden Fatah State Islamic University
Jl. K. H. Zainal Abidin Fikry KM 3.5, Kemuning, Palembang 30126, South Sumatera, Indonesia
Abstract
The effort to make learning of mathematics becomes delightful by
integrating Information and Communication Technology (ICT) in learning process.
Applying this approach is not a new issue, but using a tablet or smart mobile
is different. Smart mobile technology facilitates many games. A game is a
popular application in mobile device, because many kids tend to play it
enjoyful and many applications of math game based on android in the internet
can be used in learning.
Keywords: Game, Mathematics, Android, InternetDownload Article in Bahasa Indonesia
Rabu, 31 Oktober 2018
Kamis, 07 September 2017
Kamis, 24 Agustus 2017
Rabu, 14 Oktober 2015
Pandangan Realisme
Kaum
realisme berkeyakinan bahwa dunia yang diterima ini bukanlah sebuah dunia yang
diciptakan secara mental, tetapi merupakan sebuah dunia apa adanya.
Substansialitas, kausalitas, dan bentuk-bentuk alam bukanlah semacam proyeksi
dari pikiran, tetapi lebih merupakan segi-segi dari benda-benda itu sendiri. Bagi
kelompok realis, idea atau proposisi adalah benar ketika eksistensinya
berhubungan dengan segi-segi dunia riil. Sebuah hipotesis tentang dunia tidak
dapat diterima sebagai suatu kebenaran hanya karena ia koheren dengan
pengetahuan kita. Jika pengetahuan baru itu berhubungan dengan yang lama, maka
hal itu hanyalah lantaran yang lama itu memang benar, yaitu disebabkan
pengetahuan lama koresponden dengan apa yang terjadi dengan kasus itu.
Sumber:
Muhmidayeli. 2011. Filsafat Pendidikan. Bandung: PT. Refika
Aditama.
Filsafat Atropologi
Filsafat antropologi
adalah cabang filsafat yang mempelajari hakekat manusia sebagai keseluruhan,
atau manusia seutuhnya. Pengetahuan filosofis tentang manusia pada dasarnya
adalah refleksi manusia tentang dirinya sendiri, dan manusia dapat
merefleksikan atau mencerminkan tentang dirinya sendiri apabila menjadi pribadi
yang mengenal dirinya. Jadi, tujuan utama filsafat antropologi adalah merefleksikan
atau mencerminkan diri manusia sebagai seorang pribadi. (Buber, 1959). Objek kajian filsafat ini meliputi (1) Masalah hubungan manusia dengan
alam, (2) Masalah hubungan manusia dengan manusia, dan (2) Masalah hubungan
manusia dengan Tuhan.
Sumber:
Sumber:
Mudyahardjo, Redja.
2008. Pengantar Pendidikan: Sebuah Studi
Awal Tentang Dasar-Dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia.
Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Mata Kuliah Semester 1 S3 Pendidikan Matematika UPI TA 2015/2016
01. Perkembangan Mutakhir dan Isu-Isu Global dalam Pendidikan Matematika (Prof. Dr. Utari Sumarmo)
02. Teori Peluang (Dr. Oky Neswan)
03. Teori Bilangan dan Sejarahnya (Siti Fatimah, Ph. D.)
04. Landasan Pedagogik (Prof. Dr. Syamsu Yusuf LN.)
05. Metodologi Penelitian Lanjut (Prof. H. Endang Toha Ruseffendi)
02. Teori Peluang (Dr. Oky Neswan)
03. Teori Bilangan dan Sejarahnya (Siti Fatimah, Ph. D.)
04. Landasan Pedagogik (Prof. Dr. Syamsu Yusuf LN.)
05. Metodologi Penelitian Lanjut (Prof. H. Endang Toha Ruseffendi)
Karakteristik dan Objek Filsafat
Filsafat
adalah studi tentang kebenaran alam semesta dan isinya. (Beck, 1979 dalam
Mudyahardjo, 2008), dimana karakteristik telaah filsafat yaitu:
a) Kritis, yaitu
berpikir mengungkapkan dan memecahkan masalah secara menyeluruh (komprehensif)
dan mendalam.
b) Spekulatif (kontemplatif), yaitu berpikir
menerobos melampaui fakta atau data-data yang tersedia dalam rangka menemukan
hal yang hakiki.
c) Fenomologis, yaitu
berpikir berawal dari gejala (fenomena) dan kemudian mencoba terus mengkaji,
mengurangi atau mereduksi hal-hal yang tidak penting, untuk sampai pada hal
yang menjadi hakekat (eidos) dari
gejala.
d) Normatif, yaitu berpikir yang tertuju untuk
mencari hal-hal yang seharusnya.
Obyek
yang menjadi lingkup pertanyaan filsafat adalah segala sesuatu dalam alam
semesta dengan segala isinya yang terdiri dari tiga cabang kajian, yaitu:
11) Metafisika
= hakikat kenyataan
a)
Ontologi
= hakikat kenyataan alam semesta
b)
Teologi
= hakikat Tuhan
c)
Kosmologi
= hakikat alam
d)
Humanologi
= hakikat manusia
22)
Epistemologi
= hakikat mengetahui dan pengetahuan;
33)
Aksiologi
= hakikat nilai-nilai
a)
Etika
= hakikat baik dan jahat
b)
Estetika
= hakikat indah dan jelek.
Sumber:
Mudyahardjo, Redja.
2008. Pengantar Pendidikan: Sebuah Studi
Awal Tentang Dasar-Dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia.
Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Selasa, 06 Oktober 2015
Rabu, 18 Juni 2014
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
KKNI adalah penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.
KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri bangsa indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia.
KKNI terdiri dari 9 jenjang kualifikasi
Operator
1. SMP
2. SMA
3. D1
Analis
4. D2
5. D3
6. S1
Ahli
7. Profesi
8. S2
9. S3
Deskripsi Kualifikasi pada KKNI
Merefleksikan capaian pembelajaran yang diperoleh seseorang melalui jalur pendidikan, pelatihan, pengalaman kerja, dan pembelajaran mandiri.
Capaian pembelajaran (learning outcomes): internalisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan, pengetahuan, pengetahuan praktis, keterampilan, afeksi, dan kompetensi yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu/keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja.
Ilmu pengetahuan (science): suatu sistem berbasis metodologi ilmiah untuk membangun pengetahuan (knowledge) melalui hasil-hasil penelitian di dalam suatu bidang pengetahuan (body of knowledge). Penelitian berkelanjutan yang digunakan untuk membangun suatu ilmu pengetahuan harus didukung rekam data, observasi, dan analisa yang terukur dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman manusia terhadap gejala-gejala alam dan sosial.
Sumber:
Anik Ghufron (Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan UNY). 2014. Modul Pemgembangan Kurikulum Program Studi Berorientasi KKNI disampaikan pada workshop penyusunan kurikulum dan kompetensi prodi dan fakultas baru di UIN Raden Fatah Palembang.
KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri bangsa indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia.
KKNI terdiri dari 9 jenjang kualifikasi
Operator
1. SMP
2. SMA
3. D1
Analis
4. D2
5. D3
6. S1
Ahli
7. Profesi
8. S2
9. S3
Deskripsi Kualifikasi pada KKNI
Merefleksikan capaian pembelajaran yang diperoleh seseorang melalui jalur pendidikan, pelatihan, pengalaman kerja, dan pembelajaran mandiri.
Capaian pembelajaran (learning outcomes): internalisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan, pengetahuan, pengetahuan praktis, keterampilan, afeksi, dan kompetensi yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu/keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja.
Ilmu pengetahuan (science): suatu sistem berbasis metodologi ilmiah untuk membangun pengetahuan (knowledge) melalui hasil-hasil penelitian di dalam suatu bidang pengetahuan (body of knowledge). Penelitian berkelanjutan yang digunakan untuk membangun suatu ilmu pengetahuan harus didukung rekam data, observasi, dan analisa yang terukur dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman manusia terhadap gejala-gejala alam dan sosial.
Sumber:
Anik Ghufron (Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan UNY). 2014. Modul Pemgembangan Kurikulum Program Studi Berorientasi KKNI disampaikan pada workshop penyusunan kurikulum dan kompetensi prodi dan fakultas baru di UIN Raden Fatah Palembang.
Rabu, 28 Mei 2014
karakteristik validitas instrumen
1. Validitas menunjuk pada hasil dari penggunaan instrumen tersebut bukan pada istrumennya.
Suatu instrumen dikatakan valid, jika instrumen tersebut benar-benar mengukur aspek atau segi yang akan diukur.
2. Validitas menunjukkan suatu derajat atau tingkatan.
3. Validitas instrumen tidak berlaku umum.
Sumber:
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suatu instrumen dikatakan valid, jika instrumen tersebut benar-benar mengukur aspek atau segi yang akan diukur.
2. Validitas menunjukkan suatu derajat atau tingkatan.
3. Validitas instrumen tidak berlaku umum.
Sumber:
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Senin, 12 Mei 2014
Manajemen Proyek Teknologi Informasi
Sebuah proyek adalah usaha sementara yang dilakukan untuk menghasilkan produk, jasa atau hasil yang unik.
Operasi adalah pekerjaan yang dilakukan untuk menunjang bisnis.
Sebuah proyek berakhir ketika tujuan-tujuannya telah tercapai, atau proyek dihentikan.
Proyek dapat berskala kecil atau dan besar dan dapat memerlukan sedikit atau banyak waktu untuk diselesaikan.
Apakah itu manajemen proyek?
Proyek manajemen adalah aplikasi dari pengetahuan, keterampilan, alat-alat dan teknik pada aktivitas proyek untuk memenuhi kebutuhan proyek.
Apakah keuntungan menggunakan manajemen proyek?
- kontrol yang lebih baik terhadap sumber daya finansial, fisik, dan manusia.
- peningkatan customer relation
- waktu pengembangan yang lebih pendek
- biaya yang lebih rendah
- peninglatan kualitas dan reliabilitas
- tingkat keuntungan yang lebih besar
- peningkatan produktivitas
- koordinasi internal yang lebih baik
- moral kerja yang lebih tinggi (lebih sedikit stress)
Apakah itu proyek TI?
Sebuah proyek teknologi informasi akan memenuhi semua kriteria sebagai berikut:
- adalah usaha kerja sementara, memiliki durasi tertentu yaitu tanggal awal dan akhir yang ditetapkan.
- hasilnya adalah sebuah proses, produk, atau layanan yang unik.
- membutuhkan banyak keterampilan untuk menyelesaikannya.
- termasuk dalam komponen teknologi yang melibatkan perangkat keras, perangkat lunak, sistem, atau data, atau beberapa komponen teknologi lainnya.
Contoh proyek TI:
- sebuah help desk pada sebuah departemen kecil.
- sebuah tim pengembangan software menambah fitur kecil bagi sebuah aplikasi software internal.
- sebuah kampus meningkatkan infrakstruktur teknologinya untuk menyediakan akses internet wireless.
- suatu perusahaan memutuskan untuk menggunakan VOIP sistem dan bagaimana implementasinya
- sebuah jaringan televisi mengembangkan sistem yang memungkinkan pemirsa memilih kontestan dan memberikan umpan balik pada program.
Prinsip-prinsip dasar dalam manajemen proyek TI
Proyek TI adalah usaha dalam jangka waktu tertentu untuk menciptakan sebuah produk, jasa seperti mengganti server lama, mengembangkan situs e-commerce, penggabungan database, dan lain-lain.
Sebuah proyek di batasi oleh tiga faktor, yaitu waktu, biaya, dan ruang lingkup. Untuk proyek yang sukses, ketiga faktor itu harus berada dalam keseimbangan. Jika tidak seimbang, bearti proyek tersebut sedang menuju bencana. Semua proyek, TI atau bukan, bergerak melalui lima fase dalam siklus hidup manajemen proyek, yaitu inisiasi, perrncanaan, pelaksanaan, pemantauan, pengendalian, dan penutup. Setiap fase berisi proses yang menggerakkan proyek dari ide untuk implementasi.
Sumber:
Modul Workshop manajemen proyek perancangan sistem pada perguruan tinggi disampaikan oleh Herri Setiawan, M.Kom (Dosen Univ. IGM Palembang)
Operasi adalah pekerjaan yang dilakukan untuk menunjang bisnis.
Sebuah proyek berakhir ketika tujuan-tujuannya telah tercapai, atau proyek dihentikan.
Proyek dapat berskala kecil atau dan besar dan dapat memerlukan sedikit atau banyak waktu untuk diselesaikan.
Apakah itu manajemen proyek?
Proyek manajemen adalah aplikasi dari pengetahuan, keterampilan, alat-alat dan teknik pada aktivitas proyek untuk memenuhi kebutuhan proyek.
Apakah keuntungan menggunakan manajemen proyek?
- kontrol yang lebih baik terhadap sumber daya finansial, fisik, dan manusia.
- peningkatan customer relation
- waktu pengembangan yang lebih pendek
- biaya yang lebih rendah
- peninglatan kualitas dan reliabilitas
- tingkat keuntungan yang lebih besar
- peningkatan produktivitas
- koordinasi internal yang lebih baik
- moral kerja yang lebih tinggi (lebih sedikit stress)
Apakah itu proyek TI?
Sebuah proyek teknologi informasi akan memenuhi semua kriteria sebagai berikut:
- adalah usaha kerja sementara, memiliki durasi tertentu yaitu tanggal awal dan akhir yang ditetapkan.
- hasilnya adalah sebuah proses, produk, atau layanan yang unik.
- membutuhkan banyak keterampilan untuk menyelesaikannya.
- termasuk dalam komponen teknologi yang melibatkan perangkat keras, perangkat lunak, sistem, atau data, atau beberapa komponen teknologi lainnya.
Contoh proyek TI:
- sebuah help desk pada sebuah departemen kecil.
- sebuah tim pengembangan software menambah fitur kecil bagi sebuah aplikasi software internal.
- sebuah kampus meningkatkan infrakstruktur teknologinya untuk menyediakan akses internet wireless.
- suatu perusahaan memutuskan untuk menggunakan VOIP sistem dan bagaimana implementasinya
- sebuah jaringan televisi mengembangkan sistem yang memungkinkan pemirsa memilih kontestan dan memberikan umpan balik pada program.
Prinsip-prinsip dasar dalam manajemen proyek TI
Proyek TI adalah usaha dalam jangka waktu tertentu untuk menciptakan sebuah produk, jasa seperti mengganti server lama, mengembangkan situs e-commerce, penggabungan database, dan lain-lain.
Sebuah proyek di batasi oleh tiga faktor, yaitu waktu, biaya, dan ruang lingkup. Untuk proyek yang sukses, ketiga faktor itu harus berada dalam keseimbangan. Jika tidak seimbang, bearti proyek tersebut sedang menuju bencana. Semua proyek, TI atau bukan, bergerak melalui lima fase dalam siklus hidup manajemen proyek, yaitu inisiasi, perrncanaan, pelaksanaan, pemantauan, pengendalian, dan penutup. Setiap fase berisi proses yang menggerakkan proyek dari ide untuk implementasi.
Sumber:
Modul Workshop manajemen proyek perancangan sistem pada perguruan tinggi disampaikan oleh Herri Setiawan, M.Kom (Dosen Univ. IGM Palembang)
Rabu, 04 Desember 2013
Teori Gestalt
Dasar pokok aliran psikologi ini pertama kalinya dirumuskan Max Wertheimer pada tahun 1912 yang berbunyi "keseluruhan lebih dari jumlah bagian-bagiannya". Kellebihan itu terjadi karena manusia cenderung melihat suatu pola, organisasi, integrasi atau konfigurasi dalam apa yang dilihatnya. Konfigurasi yang membentuk kebulatan keseluruhan itu disebut dalam bahasa Jerman Gestalt, suatu istilah yang sukar diterjemahkan dan karena itu dipertahankan dalam semua bahasa. Demikianlah lahir teori Gestalt, juga disebut teori organismik, dan teori psikologi lapangan (field psychology).
Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka dalam buku "The Mentality of Apes" (1925) dalam eksperimen menguji hipotesis Thordike tentang "Trial-and-error", yaitu bahwa dalam memecahkan suatu masalah, individu atau binatang akan melakukan perbuatan-perbuatan secara acakan dan kahirnya secara kebetulan akan dapat memecahkannya. Dalam percobaan dengan simpanse ternyata, bahwa binatang itu memecahkan masalah secara tiba-tiba, karena menurut Kohler, ia mendapat "insight", pemecahan dalam hubungan unsur-unsur situasi itu.
Salah satu anggapan psikologi behaviorisma yang paling merusak ialah bahwa dalam belajar, individu itu pasif, ia menerima stimulus dan memberi respons secara sereotip dan otomatis. Stimulus dianggap sebab dan respons dianggap sebagai akibat. Manusia seperti mesin yang sangat baik desainnya yang dapat dikendalikan. Siswa dapat dikendalikan oleh guru dengan bahan yang dipilih pengembang kurikulum. Manusia dapat dikondisi menurut kemauan penguasa atau masyarakat.
Kunci dalam psikologi Gestalt, ialah "insight". Belajar ialah mengembangkan insight pada anak dengan melihat hubungan antara unsur-unsur situasi problematis dan dengan demikian melihat makna baru dalam situasi itu. Belajar bukan sesuatu yang pasif, dalam belajar siswa mempunyai tujuan, mengadakan eksplorasi, menggunakan imajinasi dan bersifat kreatif, jadi jauh berbeda dengan psikologi behavioristik yang memandang belajar sebagai mekanistik dan deterministik.
"Insight" ialah mula-mula adanya perasaan, "hunches" petunjuk yang samar-samat tentang adanya pola, hubungan antara unsur-unsur suatu masalah, pada suatu saat tiba-tiba menjadi terang. Bagaimana timbulnya "insight" tak selalu, dan sering dapat diverbalisasikan, dinyatakan dengan kata-kata, karena terjadinya dalam lompatan pikiran dan intuisi. Simpanse memperoleh "insight" dan tentu tak dapat membahasakannya. "Insight" adalah jawaban atau hipotesis sementara, yang mungkin benar atau tidak. Kebenarannya masih perlu diuji.
Guru tak dapat memberi "insight", walaupun dapat membantu, murid sendirilah yang harus menemukannya sendiri menurut pikirannya sendiri, menurut makna yang dilihatnya dalam situasi itu. "Insight" belum bearti memahami suatu masalah sepenuhnya, akan tetapi hingga batas tertentu. "Insight" juga belum dapat digeneralisasi. Untuk itu jumlahnya harus cukup banyak dengan pengalaman yang kaya. Generalisasi yang diperoleh sering dirumuskan dalam bentuk "Jika ... maka ...". Bila tercapai generalisasi maka dapat digunakan untuk atau ditransfer dalam situasi lain yang pada prinsipnya menunjukkan persamaan. Namun transfer tidak dengan sendirinya akan tetapi, walaupun prinsip itu telah dipahami sepenuhnya. Seorang sarjana dapat bersifat ilmiah dalam bidangnya, misalnya fisika, akan tetapi dalam bidang sosial tidak bertindak ilmiah, bahkan percaya akan mistik dan superstisi. Atau tidak mengenal situasi dalam hubungannya dengan prinsip itu, atau ia tak mau, atau tak sanggup menerapkannya, misalnya ia tahu harus berkorban untuk sesama manusia, namun ia lebih memperhatikan kepentingannya sendiri.
Transfer dapat terjadi bila terbuka kesempatan untuk menerapkannya dalam situasi yang dilihatnya sebagai kesempatan dan ada hasrat untuk menggunakannya.
Sumber :
Nasution, S. 2003. Asas-Asas Kurikulum. Jakarta : Bumi Aksara.
Materi LPJ
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan (ide, informasi, keinginan, dsb) dari seseorang kepada orang lain dengan menggunakan media tertentu sehingga terciptalah kesatuan pemahaman pesan tersebut dan mempengaruhi sikap, perilaku, dan pikiran orang tersebut.
Efektif
Secara ekonomis, tujuan tercapai
Secara phisiologis, tidak menimbulkan bahaya fisik
Secara psikologis, adanya kepuasan
Secara sosiologis, tidak mengorbankan hubungan yang harmonis
Komunikasi efektif adalah komunikasi yang menimbulkan pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang makin baik, dan tindakan.
Macam-macam Komunikasi Perkantoran
* Komunikasi vertikal (downward & upward)
* Komunikasi horizontal
* Komunikasi diagonal
* Komunikasi verbal
* Komunikasi internal
* Komunikasi eksternal
* Komunikasi non-verbal
Hambatan Komunikasi Perkantoran
* Hambatan sosiologis (perbedaan status, ideologi, agama, tingkat pendidikan, status ekonomi, dsb)
* Hambatan psikologis (sedang marah, sedang bingung, cemas, kecewa, sedih, dsb)
* Hambatan semantis (bahasa yang berbeda)
* Hambatan mekanis (tulisan yang tidak terbaca, sinyal yang hilang, gangguan pada pesawat telepon, dsb)
* Hambatan ekologis (bising, hujan deras, bunyi mesin, dsb)
Syarat-syarat Komunikasi Efektif
* Memiliki keterampilan berkomunikasi
* Memiliki kondisi psikologis yang stabil
* Memahami kondisi komunikan
* Mampu menggunakan media yang tepat
* Tidak bertentangan antara verbal dan non-verbal
Ciri-ciri Kelompok Efektif
1. Memiliki keberadaan untuk melaksanakan tugas-tugas organisasi atau pekerjaan-pekerjaan yang tidak berkaitan.
2. Ada orang-orang yang ditunjuk oleh organisasi yang bersangkutan untuk menjalankan peran resmi tertentu, misalnya sebagai kepala bagian, kepala seksi, dan lain sebagainya.
3. Memiliki struktur, hubungan tugas dan hirarkis yang telah digariskan secara jelas.
Ciri-ciri Tim Efektif
* Merupakan kumpulan orang-orang yang bekerjasama dengan tujuan tertentu, demi mencapai sasaran yang jelas dengan diketahui oleh semua anggota tim dalam suasana saling mempercayai dan penuh percaya diri serta mengutamakan unjuk kerja.
* Anggota kelompok bersedia menerima perbedaan pendapat dan sumbangan pemikiran serta masing-masing individu memiliki peran yang berbeda-beda.
* Pemecahan masalah dilaksanakan secara positif tanpa melibatkan kebencian individu.
* Para anggota dan pemimpin tim bersedia berbagi ilmu pengetahuan, informasi dan keterampilan agar seluruh tim memiliki kemampuan yang sama.
* Perbedaan pendapat dalam pemecahan masalah diselesaikan dengan duduk bersama dengan kepala dingin dan secara terbuka.
* Pembagian dan pendelegasian tanggungjawab dengan orang-orang yang bekerja secara mandiri tetapi tetap dalam kerangkan kerjasama.
* Berbagai saran untuk perbaikan kinerja organisasi diterima dengan baik, walaupun berasal dari anggota tim yang lain.
* Seluruh anggota tim tidak ragu-ragu mengambil inisiatif dan tindakan yang diperlukan, tanpa merasa cemas akan suara yang menentang.
Pegawai Negeri adalah setiap warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Efektif
Secara ekonomis, tujuan tercapai
Secara phisiologis, tidak menimbulkan bahaya fisik
Secara psikologis, adanya kepuasan
Secara sosiologis, tidak mengorbankan hubungan yang harmonis
Komunikasi efektif adalah komunikasi yang menimbulkan pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang makin baik, dan tindakan.
Macam-macam Komunikasi Perkantoran
* Komunikasi vertikal (downward & upward)
* Komunikasi horizontal
* Komunikasi diagonal
* Komunikasi verbal
* Komunikasi internal
* Komunikasi eksternal
* Komunikasi non-verbal
Hambatan Komunikasi Perkantoran
* Hambatan sosiologis (perbedaan status, ideologi, agama, tingkat pendidikan, status ekonomi, dsb)
* Hambatan psikologis (sedang marah, sedang bingung, cemas, kecewa, sedih, dsb)
* Hambatan semantis (bahasa yang berbeda)
* Hambatan mekanis (tulisan yang tidak terbaca, sinyal yang hilang, gangguan pada pesawat telepon, dsb)
* Hambatan ekologis (bising, hujan deras, bunyi mesin, dsb)
Syarat-syarat Komunikasi Efektif
* Memiliki keterampilan berkomunikasi
* Memiliki kondisi psikologis yang stabil
* Memahami kondisi komunikan
* Mampu menggunakan media yang tepat
* Tidak bertentangan antara verbal dan non-verbal
Ciri-ciri Kelompok Efektif
1. Memiliki keberadaan untuk melaksanakan tugas-tugas organisasi atau pekerjaan-pekerjaan yang tidak berkaitan.
2. Ada orang-orang yang ditunjuk oleh organisasi yang bersangkutan untuk menjalankan peran resmi tertentu, misalnya sebagai kepala bagian, kepala seksi, dan lain sebagainya.
3. Memiliki struktur, hubungan tugas dan hirarkis yang telah digariskan secara jelas.
Ciri-ciri Tim Efektif
* Merupakan kumpulan orang-orang yang bekerjasama dengan tujuan tertentu, demi mencapai sasaran yang jelas dengan diketahui oleh semua anggota tim dalam suasana saling mempercayai dan penuh percaya diri serta mengutamakan unjuk kerja.
* Anggota kelompok bersedia menerima perbedaan pendapat dan sumbangan pemikiran serta masing-masing individu memiliki peran yang berbeda-beda.
* Pemecahan masalah dilaksanakan secara positif tanpa melibatkan kebencian individu.
* Para anggota dan pemimpin tim bersedia berbagi ilmu pengetahuan, informasi dan keterampilan agar seluruh tim memiliki kemampuan yang sama.
* Perbedaan pendapat dalam pemecahan masalah diselesaikan dengan duduk bersama dengan kepala dingin dan secara terbuka.
* Pembagian dan pendelegasian tanggungjawab dengan orang-orang yang bekerja secara mandiri tetapi tetap dalam kerangkan kerjasama.
* Berbagai saran untuk perbaikan kinerja organisasi diterima dengan baik, walaupun berasal dari anggota tim yang lain.
* Seluruh anggota tim tidak ragu-ragu mengambil inisiatif dan tindakan yang diperlukan, tanpa merasa cemas akan suara yang menentang.
Pegawai Negeri adalah setiap warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Contoh Angket Motivasi Belajar Matematika
1. Saya senang belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
2. Saya memahami materi matematika dengan jelas (SS/S/KS/TS/STS)
3. Saya mengetahui tujuan belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
4. Saya mengerti kegunaan belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
5. Saya tidak malu bertanya, jika ada materi matematika yang kurang jelas (SS/S/KS/TS/STS)
6. Saya aktif berdiskusi dengan teman saat belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
7. Saya berkosentrasi saat belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
8. Saya semangat belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
9. Saya tidak tenang belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
10. Penjelasan matematika yang disampaikan oleh guru membuat saya bingung (SS/S/KS/TS/STS)
11. Saya mendengarkan dengan sungguh-sunnguh penjelasan matematika yang disampaikan oleh guru (SS/S/KS/TS/STS)
12. Saya bosan belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
13. Saya mencatat setiap penjelasan matematika yang disampaikan oleh guru (SS/S/KS/TS/STS)
14. Saya memperhatikan dengan seksama setiap penjelasan matematika yang disampaikan oleh guru (SS/S/KS/TS/STS)
15. Saya tidak suka belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
16. Belajar matematika penting bagi saya (SS/S/KS/TS/STS)
17. Saya merasa rugi jika ada materi matematika yang terlewatkan (SS/S/KS/TS/STS)
18. Saya berusaha dengan keras untuk mencari solusi dari permasalahan matematika (SS/S/KS/TS/STS)
19. Saya belajar matematika untuk mendapatkan ilmu dan nilai yang terbaik (SS/S/KS/TS/STS)
20. Saya tidak peduli dengan penjelasan matematika yang disampaikan guru (SS/S/KS/TS/STS)
21. Saya belajar matematika karena kurikulum sekolah mewajibkan (SS/S/KS/TS/STS)
22. Saya tidak perlu belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
23. Saya datang tepat waktu, karena saya mau mempelajari matematika dari awal sampai akhir pertemuan (SS/S/KS/TS/STS)
24. Jika guru memberikan pujian atas keberhasilan saya dalam menyelesaikan soal matematika, maka saya menjadi tambah bersemangat menyelesaikan soal yang lain (SS/S/KS/TS/STS)
25. Belajar mandiri membuat saya lebih mengerti matematika (SS/S/KS/TS/STS)
Keterangan:
SS = Sangat Setuju
S = Setuju
KS = Kurang Setuju
TS = Tidak Setuju
STS = Sangat Tidak Setuju
Referensi:
Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
2. Saya memahami materi matematika dengan jelas (SS/S/KS/TS/STS)
3. Saya mengetahui tujuan belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
4. Saya mengerti kegunaan belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
5. Saya tidak malu bertanya, jika ada materi matematika yang kurang jelas (SS/S/KS/TS/STS)
6. Saya aktif berdiskusi dengan teman saat belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
7. Saya berkosentrasi saat belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
8. Saya semangat belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
9. Saya tidak tenang belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
10. Penjelasan matematika yang disampaikan oleh guru membuat saya bingung (SS/S/KS/TS/STS)
11. Saya mendengarkan dengan sungguh-sunnguh penjelasan matematika yang disampaikan oleh guru (SS/S/KS/TS/STS)
12. Saya bosan belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
13. Saya mencatat setiap penjelasan matematika yang disampaikan oleh guru (SS/S/KS/TS/STS)
14. Saya memperhatikan dengan seksama setiap penjelasan matematika yang disampaikan oleh guru (SS/S/KS/TS/STS)
15. Saya tidak suka belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
16. Belajar matematika penting bagi saya (SS/S/KS/TS/STS)
17. Saya merasa rugi jika ada materi matematika yang terlewatkan (SS/S/KS/TS/STS)
18. Saya berusaha dengan keras untuk mencari solusi dari permasalahan matematika (SS/S/KS/TS/STS)
19. Saya belajar matematika untuk mendapatkan ilmu dan nilai yang terbaik (SS/S/KS/TS/STS)
20. Saya tidak peduli dengan penjelasan matematika yang disampaikan guru (SS/S/KS/TS/STS)
21. Saya belajar matematika karena kurikulum sekolah mewajibkan (SS/S/KS/TS/STS)
22. Saya tidak perlu belajar matematika (SS/S/KS/TS/STS)
23. Saya datang tepat waktu, karena saya mau mempelajari matematika dari awal sampai akhir pertemuan (SS/S/KS/TS/STS)
24. Jika guru memberikan pujian atas keberhasilan saya dalam menyelesaikan soal matematika, maka saya menjadi tambah bersemangat menyelesaikan soal yang lain (SS/S/KS/TS/STS)
25. Belajar mandiri membuat saya lebih mengerti matematika (SS/S/KS/TS/STS)
Keterangan:
SS = Sangat Setuju
S = Setuju
KS = Kurang Setuju
TS = Tidak Setuju
STS = Sangat Tidak Setuju
Indikator Motivasi Intrinsik
Kebutuhan : 16, 17, 21, 22, 23, 25
Ketertarikan : 7, 11, 12, 13, 14, 15
Keingintahuan : 5, 6, 18, 20
Kesenangan : 1, 8, 9
Indikator Motivasi Ekstrinsik
Kejelasan
Tujuan Pembelajaran: 2, 3, 4, 10
Hadiah : 19, 24Referensi:
Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Langganan:
Postingan (Atom)